Back to Post :Mengharamkan Mudik Lebaran, Beranikah Pemerintah? ( Menata Ulang Indonesia -sesi I)

haramkan mudik lebaran beranikah pemerintah ( menata ulang Indonesia sesi 1)

Please share to download

Tulisan ini akan dirangkum dalam banyak tulisan yang ditulis secara bertahap sebagai sebuah solusi  terhadap berbagai persoalan bangsa yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintahan sejak zaman Reformasi sampai pemerintahan Jokowi saat ini. -------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam tulisan ini dan tulisan berikutnya penulis merasa akan memunculkan kontroversi dan kecaman, karena akan banyak solusi yang diberikan tidak dalam tatanan masyarakat Indonesia saat ini.

Dan juga pemikiran ini dituangkan untuk pemerintahan yang akan datang, karena akan membutuhkan seorang kepala pemerintahan / Presiden dengan kriteria yang berbeda dengan saat ini.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setiap tahun menjelang dan sesudah lebaran pemerintah selalu sibuk mengurus Mudik Lebaran dari sebagian besar masyarakat yang beragama Islam. Tiap tahun korban Jiwa, Harta, waktu, pemikiran dan tenaga dikuras untuk menekan kerugian ini. Tapi kerugian tiap tahun tidak bisa dikurangi oleh pemerintah dan orang-orang yang mau lebaran ke kampung halaman mereka.
Membedakan Budaya dan Agama.
Mudik Lebaran, apapun alasannya, hanyalah sebuah tradisi budaya yang dilakukan oleh masyarakat tiap tahun. Agama Islam tidak pernah mengajarkan/menganjurkan mudik Lebaran dan tidak ada istilah Mudik Lebaran didunia Islam.
Budaya ini sudah harus dikurangi kalau perlu ditinggalkan karena sebuah budaya yang dibungkus agama  hanya akan merugikan pemeluk agama itu sendiri.
Solusi dari Sisi Pemerintah.
Pemerintah harus berani melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran. Hal ini bisa dimulai dengan melarang semua pegawai/ institusi dibawahnya . Dan menjatuhi sanksi bagi yang melanggarnya . baru kemudian menberi pemahaman ke masyarakat bahwa mudik lebaran bukan lah ajaran dari Islam.
Solusi dari Ulama.
Ulama sebagai wakil Tuhan dalam menata ummat dan tempat bertanya ummat, sudah harus menyadari ini dan berani mengajak/melarang ummatnya untuk tidak melakukan sesuatu yang bukan berasal dari Islam. Pengaruh ulama untuk mengatasi  ini akan berdampak signifikan jika ulama  berani mengatakan sesuatu yang salah dan melarangnya(mencampuradukkan agama dan budaya)
walaupun nanti akan banyak dikecam.
Dan ulama harusnya mulai dari diri mereka sendiri, lingkungan terdekat dan kemudian ke masyarakat umum.
Solusi dari Masyarakat.
Masyarakat sudah harus menyadari bahwa mudik Lebaran ini hanya akan banyak mendatangkan sisi negatifnya daripada sisi postif . Kecanggihan teknologi saat ini sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menjawab alasan untuk mudik. Masyarakat bisa melakukan komunikasi untuk menghapus  rasa kangen mereka terhadap kampung halaman dengan alat komunikasi yang sudah canggih  .
Kalau hanya untuk silaturahim atau meminta maaf, tidak harus di hari raya Idul Fitri. Hari biasapun bisa dilakukan.
Bukankah Menjadi Manusia yang bisa memberi mamfaat  ke sebanyak mungkin orang adalah Ibadah paling tinggi?
Kenapa tidak membantu saudara di kampung dengan bantuan dana, pemikiran atau yang lainnya. Kalau dana yang digunakan untuk mudik diberikan ke kampung halaman, kemudian mereka melakukan aktivitas ekonomi, tentu ini akan berefek signifikan terhadap kampung halaman.
Dan kalau kampung halaman bisa maju seperti kota tentu akan sangat membantu  program pemerintah dalam pemerataan ekonomi , urbanisasi dan masalah ketimpangan lainnya
Sekian dulu tulisan ini, nanti akan dibahas sesi lainnya dari MENATA ULANG INDONESIA:
~ Bagaimana menciptakan pemerintahan yang kuat dan berwibawa?
~  Bagaimana melakukan pemerataan ekonomi, dengan memindahkan pusat pemerintahan?
~ Bagaimana membentuk Indonesia yang kuat dan disegani dunia dari sisi militer?
~Bagaimana memperbaiki moral masyarakat yang sesuai dengan agama masing-masing?
~  Bagaimana mensinergikan peran Ulama- Pemerintah dan Ummat? ~  Untuk mensejahterakan rakyat, Kenapa Pembangunan itu harus dimulai dari desa /Kecamatan? bukan dari kota besar