Membagi Indonesia menjadi 6 pusat pemerintahan.

 

Negara Indonesia yang begitu luas dengan berbagai macam suku , agama dan etnis yang berbeda tidak akan bisa di kelola dari satu pusat pemerintahan. Ke enam pusat pemerintahan itu dibagi berdasarkan pulau-pulau besar di Indonesia yaitu Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Indonesia timur lainnya, jawa dan Jakarta tersendiri.

 

2.A.  Persoalan Jakarta

Keruwetan Jakarta saat ini baik kemacetan, populasi yang sudah tidak seimbang dengan daya tampung wilayah, pembangunan yang amburadul dan lain sebagainya akan dapat diatasi dengan cara ini dan wacana untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke daerah lain tidak akan dilakukan, tapi dengan membentuk 6 pusat pemerintahan akan terjadi perpindahan penduduk secara alamiah.

 

2.B. Memindahkan Kantor Pusat Kementerian ke daerah yang sesuai .

Kantor – kantor kementerian yang berpusat di Jakarta akan dipindahkan ke daerah yang sesuai dengan kementerian tersebut, misalkan kementerian kehutanan akan dipindahkan ke Kalimantan, kementerian kelautan akan dipindahkan ke Sumatera atau Sulawesi dan seluruh kantor pusat kementerian lainnya, semuanya akan di pindahkan sesuai potensi daerah tersebut sehingga akan bisa bekerja maksimal.

Akibat dari pemindahan semua kementerian ini akan terjadi juga pemindahan karyawannya, karyawan dari perusahaan yang menjadi rekanan  kementerian tersebut dan instansi lain yang terkait. Jika langkah ini dilakukan keruwetan Jakarta akan berkurang secara signifikan. Hal ini tentu akan menimbulkan gejolak awal bagi karyawan dan perusahaan rekanan, tapi dengan pemerintahan yang kuat hal ini dapat dilakukan. Semua menteri -menteri nantinya akan bekerja dan berkantor di daerah sesuai dimana kementeriannya berada.

3.Membuka 3 Pangkalan Militer untuk 3 Negara Superpower.

 

Persoalan dengan Negara tetangga baik Malaysia dari sisi sengketa wilayah maupun singapura yang menjadi surga  koruptor hanya bisa di atasi dengan membuka pangkalan militer di sekitar mereka. Salah satu pangkalan militer nanti ada di Batam. Ketiga Negara tersebut adalah AS, Inggris dan Rusia. Dengan membuka pangkalan militer akan terjadi penghematan besar-besaran di TNI, menghilangkan terorisme, mensejahterakan TNI di lapisan bawah, dan mensejajarkan Indonesia dengan negara maju dari sisi kekuatan militer. Sehingga nantinya pemerintah fokus pada kesejahteraan rakyat.

Dengan dibukanya pangkalan militer Asing  ini akan juga berdampak signifikan terhadap :

  • Meningkatkan kesejahteraan TNI–POLRI, dengan cara menyesuaikan pendapatan anggota pada kesatuan-kesatuan yang beresiko tinggi, pendapatan disesuaikan sampai memenuhi kebutuhan hidup layak.
  • Reposisi TNI, untuk kembali menjadi penjaga kedaulatan dan keamanan negara yang handal dengan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas didukung peralatan pertahanan keamanan yang mutakhir, dan meningkatkan kesejahteraan anggota TNI-POLRI agar dapat hidup layak.
  • Terorisme akan hilang dengan sendirinya di Indonesia karena dengan militer yang kuat dan peralatan yang canggih serta adanya pangkalan militer asing di Indonesia akan menjadikan Indonesia negara yang kuat dan ditakuti oleh negara lain dan apalagi hanya oleh sebagian kelompok kecil masyarakat yang disebut terorisme.
  • Membangun industri militer yang canggih dapat dilakukan , karena akan ada transfer teknologi dari negara-negara yang diberikan pangkalan militer oleh Indonesia.
  • Menaikkan nilai tawar Indonesia terhadap negara lainnya di semua bidang karena adanya militer yang kuat dan fasilitas yang canggih.

Pin It on Pinterest

Shares