Tujuan utama dari Tafakur Meditasi Islam   ini adalah agar kita mampu untuk senantiasa Mengingat Allah & Mengingat Kehidupan Akhirat  demi keselamatan serta kebahagiaan kita, baik dikehidupan dunia maupun dikehidupan akhirat kelak.

Hubungan manusia dengan Allah SWT adalah ibarat sebuah hubungan antara pencipta dengan barang yang diciptakannya, dimana manusia adalah hasil ciptaan-Nya dan selamanya tetap akan menjadi milik-Nya.

Kesadaran dan ingatan kepada Allah SWT sebagai Sang Pencipta adalah sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, dimana didalam kehidupannya seorang manusia terikat oleh aturan-aturan-Nya yang telah disampaikan kepada kita semua melalui Rasulullah SAW yang kesemuanya itu termaktub dalam Al-Quran.

Salah satu cara yang paling sederhana dan mudah dilakukan untuk dapat senantiasa Mengingat Allah & Mengingat Kehidupan Akhirat adalah dengan berlatih dan mengasah diri dalam mengamalkan metode Tafakur Meditasi Islam   ini setiap hari sampai dengan akhir hayat nanti.

Seluruh tubuh akan selalu dibiasakan Mengingat Allah & Mengingat Kehidupan Akhirat, karena setiap tarikan nafas dengan disertai bacaan Subhanallah akan membawa masuk hawa ketuhanan “Subhanallah” bersama oksigen, yang akan disebarkan keseluruh tubuh atau keseluruh sel-sel yang ada dalam tubuh manusia.

Jadi setiap sel diseluruh tubuh manusia dari sel yang terkecil, pada saat melakukan fungsi sel [metabolisme] akan selalu Mengingat-Nya dan demikian pula dengan proses yang sama ketika kita mengeluarkan atau menghembuskan nafas.

Dengan melakukan latihan Tafakur Meditasi Islam   ini akan membiasakan diri kita untuk selalu Mengingat Allah & Mengingat Kehidupan Akhirat, mulai dari sel yang terkecil, organ-organ tubuh serta seluruh anggota tubuh.

Pada dasarnya Mengingat Allah dengan ber-dzikir sebenarnya merupakan sebuah perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Quran, seperti yang termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 152 :

“Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat [pula] kepadamu”.

Mengingat-Nya juga diperintahkan untuk dilakukan ketika duduk, berdiri maupun berbaring termaktub dalam surah An-Nisaa ayat 103:

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat-mu, ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring”.

Kemudian simaklah beberapa Firman Allah mengenai pentingnya untuk selalu Mengingat Kehidupan Akhirat dikehidupan keseharian kita berikut ini :

“Maka tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak ber-iman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih”. [Al-Israa 10].

“Sebenarnya kamu hai manusia mencintai kehidupan dunia, dan meninggalkan kehidupan akhirat”. [Al-Qiyamah 20-21].

“Tetapi kamu orang-orang kafir memilih kehidupan duniawi, sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. [Al-A’laa 16-17].

 

Dengan keseriusan mengasah Tafakur Meditasi Islam   setiap hari minimum 5 [lima] menit, maka seseorang akan mampu untuk ber-dzikir yang sebanyak-banyaknya.

“Hai orang-orang yang ber-iman, ber-dzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya”. [Al-Ahzab 41].

 

Jadi tujuan utama dari Tafakur Meditasi Islam   ini adalah agar kita mampu untuk selalu Mengingat Allah & Mengingat Kehidupan Akhirat sesuai dengan perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Quran, demi keselamatan serta kebahagiaan kita dikehidupan ini maupun dikehidupan selanjutnya.

Pin It on Pinterest

Shares